Cinta antara kata sifat dan kata kerja

Pada umumnya orang mengasosiasikan cinta dengan kata sifat.  Dengan perasaan.  Padahal saat saya mengatakan I love you, cinta di sini adalah kata kerja.  Mengubah cinta dari kata sifat menjadi kata kerja adalah kunci cinta sejati.

Saat cinta menggambarkan perasaan, maka ia menjadi emosional.  Emosi itu adalah kondisi kimia dalam tubuh kita yang teraosiasikan dengan stimulus.  Ia datang dan pergi seperti angin.  Ia tidak memiliki memori.  Ia bisa menggebu-gebu.  Namun saat stimulus hilang, demikian juga perasaan cinta.

Cinta emosional itu berorientasi pada diri sendiri.  Kita berharap orang yang kita cintai itu melakukan sesuatu untuk kita.  Kita mau orang yang kita cintai itu memberikan sesuatu yang kita inginkan.  Cinta ini digerakkan emosi tanpa sadar.

Cinta sejati tidak seperti itu.  Cinta sejati itu berupaya memberi.  Ia memperhatikan kebutuhan si dia.  Ia menyayangi tanpa motivasi selfish.

Ini memang sukar dilakukan, terutama bila pemahaman cinta kita itu emosional.  Kalau si dia tidak memberikan stimulus yang tepat, cinta kita hilang.

Ini memerlukan cinta sebagai kata kerja.  Cinta yang bersifat aktif verb, aktif melakukan sesuatu untuknya.
Itu berarti kita mencintainya dengan pikiran kita, dengan jati diri, dengan sistem nilai kita.  Kita mencintainya secara sadar.  Motivasi kita adalah motivasi sistem nilai manusia, bukan motivasi dorongan hewani.

Semoga the joy of loving menyertai hari-hari anda.

Nb: Tulisan ini hanya menyalin dari tulisan Armien Z . Langi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: